June 19, 2008
Dapet dari forwadan email, (tanpa diedit), semoga bermanfaat….
> Wasiat Hasan al Bashri
>
> Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain.
> Karenanya hatiku tenang. Aku tahu amal-amalku tak mungkin
> dilakukan orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk
> beramal .Aku tahu Allah selalu melihatku. Karenanya aku
> malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat Aku tahu
> kematian menantiku. Maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa
> dengan Rabbku (Hasan al-Bashri)
>
> Adakah yang Akan Mendoakan Kita?
>
> Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan
> akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU.
> Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia
> roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring
> tak berdaya.
>
> Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24
> jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan
> hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku
> tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal
> dunia!
>
> “Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. .
> ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
>
> Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1
> jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
>
> Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya;
> dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah
> besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa
> buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000
> orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti
> bukan persoalan yang sulit”.
>
> Dengan lembut si Malaikat berkata, “Anakku, aku
> sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu
> tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu,
> sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil
> kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat
> kesembuhanmu”.
>
> Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat
> menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa
> buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari
> sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra
> putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan
> air mata di pipi mereka”.
>
> Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa
> Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa
> istrimu yang tidak putus-putus berharap akan
> kesembuhanmu”
>
> Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00
> subuh, ” Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya
> suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia
> sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak
> jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan
> sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi
> perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan,
> tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada
> kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah.. Hamba tidak
> mampu membesarkan mereka seorang diri.”
>
> Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air
> matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan
> tirus karena kurang istirahat”.
>
> Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di
> pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa
> dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh
> bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa
> besar cinta istri dan anak-anak padanya..
>
> Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10
> menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin
> menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa.
> Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu
> 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
>
> Dengan setengah bergumam dia bertanya, “Apakah
> diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman
> organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”
>
> Jawab si Malaikat, “Ada beberapa yang berdoa
> buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri
> penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama
> ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik..
> Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.
>
> Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini
> adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu
> sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia
> menjaganya sepanjang malam.
>
> Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang
> sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang
> kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si
> bungsu.
>
> Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si
> Malaikat berkata, “Anakku, Tuhan melihat air matamu
> dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal, karena ada
> 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.
>
> Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha
> bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si
> Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi
> bulan lalu.
>
> Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.
>
> “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi
> mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu
> saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk
> menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.
> “
>
> “Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut
> membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan
> sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan
> yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang
> pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan
> sepakat berdoa buat kesembuhanmu. “
>
>
> Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak
> punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
>
> Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita
> pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita
> berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya
> dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang
> mengasihi dia.
>
> Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan
> kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari
> peristiwa yang terjadi.
>
> Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain…. Sebaliknya
> perbanyaklah berdoa buat orang lain.
>
> Terima kasih
>
>
> ———————————————————————————
> Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan
> phisiknya, tapi dari kekuatan hatinya.
>
> ———————————————————————————
>
> Katakan ini dengan pelan, “Ya ALLAH saya
> mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati
> kami sekarang…!!!”. Kirim ke 10 orang, lihat
> keajaiban malam ini. Tolong jangan di hapus, ini benar2
> terjadi !!!!!

